Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Sabtu, 17 April 2010

perbingangan EMO bersama Ivyanno

Barusan saya berbincang panjang lebar sama seseorang bernama Inno. Kakak kelas saya di jaman SD, sekarang teman chatting & brainstorming (terutama tentang desain grafis, kami sama-sama tertarik di bidang itu). Dulu dipanggil Ivy. Pernah Ano. Lalu Inno. Ya, sebut saja Inno lah. Awalnya obrolan ini tentang blog saya, lalu menjadi tentang isu-isu sosial yg sedang melanda, juga kesempatan-kesempatan membuat perubahan pada dunia, meskipun kecil sekalipun. Hmmm. Lalu berlanjut jadi tentang EMO! Apa sih EMO itu? Ada yg bisa mendefinisikannya dengan jelas gak? Kita adu argumen, tapi gak sampai debat sih. Tentang EMO itu sendiri.


Apakah saya & Inno suka EMO?
Inno tidak membenci musik EMO, Inno membenci para banci EMO. Menurut dia, dia udah capek ngelihat orang-orang berkemeja kotak-kotak & kalo foto poni doang yg kelihatan. Sementara saya, saya suka musik EMO, jujur saja. Meskipun saya tidak suka gaya anak-anak EMO. Kenapa saya suka EMO? Mungkin karena sempat berpacaran dengan seorang EMO-freak (dia cinta EMO, tapi tanpa kaos press badan warna hitam & kemeja kotak-kotak maupun skinny jeans. Dia lebih suka pakai celana pendek lalu main futsal), sehingga terinfluencelah saya dengan musik yg ia suka. Namun itu pun tidak banyak. Kemungkinan lain, mengapa saya menyukai EMO, adalah karena liriknya itu sendiri yg beberapa di antaranya emosional. Kadang mampu membuat menangis. & EMO itu bagi saya termasuk easy-listening, & saya sebut EMO gembira!


Siapa akar dari musik EMO?
Setahu saya, EMO berakar dari band-band seperti Weezer & Jimmy Eat World (walaupun mereka sering disebut alternatif, tapi Jim Adkins disebut 'dewa EMO'. Majalah Seventeen tahun 2003--saya lupa edisi berapa--meresensi album Something Corporate dengan kalimat: "Bahkan suara sang vokalis mirip sekali dengan Jim Adkins (frontman Jimmy Eat World, band EMO paling beken di AS). Album ini merupakan pembuktian bahwa musik EMO memang sedang menjamur di mana-mana."). Saya juga pernah menemukan sebuah artikel di internet yg panjaaaang sekali, berjudul "Am I Emo?", saya telaah satu-satu. Artikel tersebut menyebutkan bagaimana caranya menjadi anak EMO, ciri-ciri orang EMO, lirik seperti apa, baju seperti apa, & seolah-olah semua itu ada UU-nya. Tapi kemudian saya lihat ke bagian bawah artikel & tercengang. Disebutkan beberapa nama band yg EMO. Di antaranya ada... (saya tambahkan translasinya, karena saya memang sedang ingin ber-Indonesia ria!)

  • Blink 182 - Some people debate whether or not BLINK 182 is EMO or Punk. If you pay attention to their lyrics, you will find that they are indeed emo. Their songs are not about anarchy or fucking up the UK, they are whiney and don't make sense .. that means that they are emo. (Beberapa orang berdebat apakah BLINK 182 adalah EMO atau Punk. Jika Anda memperhatikan lirik mereka, Anda akan menemukan bahwa mereka benar-benar emo. Lagu-lagu mereka tidak anarkis maupun mengejek Inggris, mereka gak masuk di akal.. itu berarti mereka emo)
  • Good Charlotte -they are emo -- but look goth/punk. If anything they just have a nice aesthetic. (Mereka emo, tetapi terlihat goth/punk. Mereka punya selera estetika yg tinggi)
  • Jimmy Eat World - They are the ultimate EMO band. If you do not know that song 'In the Middle' then you are simply not EMO. Infact, everyone in the free world should know that song. (Mereka adalah band EMO yg paling pokok. Jika Anda tidak tahu lagu "In the Middle", berarti Anda bukan EMO. Sebenarnya, semua orang di dunia bebas ini harusnya tau lagu itu)
  • New Found Glory - You have to love a band that does a cover of 'Back That Ass Up' by Juvenille. (Anda pasti mencintai band yg membuat cover lagu "Back That Ass Up"-nya Juvenille).
  • Weezer - Classic emo, perhaps the founding fathers of EMO. They are analogous to what Bauhaus is to goth. (Klasik EMO, kemungkinan para penemu EMO. Mereka sejalan dengan mengapa Bauhaus adalah goth).

Sementara Inno berpegang teguh bahwa penemu EMO adalah Deftones, bahkan menyuruh saya untuk mendownload lagu band tersebut. Saya tetap pegang Weezer, & menurut Inno, saya sok tahu. Lalu saya bilang bahwa Deftones memang memberi banyak pengaruh pada band-band metalcore, tapi metalcore bukan EMO. Lalu Inno bilang, EMO adalah bagian dari metalcore! Muncul pertanyaan baru lagi.


Apakah EMO sama dengan metalcore?
Saya justru menganggap bahwa metalcore berbeda dengan EMO, karena saya tidak menyukai metalcore. Metal seperti Slipknot saja saya tidak begitu suka, apalagi yg ditambah banyak growl itu. Metalcore sendiri presentase growl & screamnya jauh lebih banyak, sementara EMO lebih enak didengar, seperti yg saya sebutkan di poin I tadi. Inno, seperti saya sebutkan tadi, menganggap EMO lahir dari metalcore, atau bagian dari metalcore.


Setahu saya, si Inno-Inno ini, menyukai musik punk (betul gak, No?). Dia mendengarkan lagu-lagu seperti Endank Soekamti atau apalah, bandnya yg dulu--Barbie Dolls, pun mengusung musik ini. Saya suka tanpa mencintai punk. Tadinya saya mau bilang bahwa Inno menyukai Blink 182... tapi ternyata Blink 182 justru EMO! :) Punk punya filosofi hidup & kekhasan sendiri. Seperti Billy Joel Green Day yg kerap (atau bahkan selalu) meludahi dirinya sendiri di atas panggung. Terkadang bertindak anarki, meskipun mayoritas hanya di liriknya saja. Coba saja dengarkan lirik Superman Is Dead yg seringkali ditemani Tequila & wanita. EMO pun, memiliki filosofi tersendiri, ternyata. Saya begitu kagum akan pernyataan ini.


"Philosophy on life? Philosophy, what's that? If you can think about why you go through life depressed and unhappy, while pretending to be cool, you're not emo. To be emo, you have to think with the crowd, not think for yourself."


Ini dapat diartikan dengan, untuk menjadi EMO, kita harus memikirkan orang lain. Kalau istilahnya dalam PPKn, kepentingan bersama. Anak-anak EMO juga dianjurkan bersikap sederhana saja, seperti dalam kutipan berikut.


"The trick is to act as if you are completely impoverished. Sure your parents make a considerable amount of bling bling each year, but act as if you cannot even afford a cup of water."

Mungkin ini adalah bagian dari pernyataan sebelumnya. Kita harus memikirkan tentang semua orang, bukan hanya diri sendiri.

-selesai

Saya juga baru selesai melihat-lihat blog Inno, yg katanya sedang membuat proyek pencegahan pengikisan moral bangsa & sebagainya (saya tidak punya kata-kata untuk mendeskripsikan). Mungkin sebaiknya hubungi Inno langsung ya masalah itu? Saya baca beberapa postingannya. Ada yg seperti ini:
"gak cuman kita ajah yg punya 1 tujuan yg sama. mungkin 1 juta orang yg lain, juga punya tujuan yg sama dengan kita. itu namanya persaingan. seperti yg kita tahu, di 1 permainan pasti ada yg menang ada yg kalah. jadi gimana supaya kita bisa jadi yg terbaik untuk diri kita sendiri dulu ? berlomba-lomba memacu semangat untuk yg positif, kenapa enggak? kita gak saling meng-gurui. tapi saling mendukung & menyokong satu sama lain. apakah mau jadi pecundang terus? atau mau jadi pemenang ? tinggal kita pilih. sekarang seberapa jauh, kita manfaatin kemampuan/potesi dalam diri sendiri untuk menghadapi bumi yg makin sempit & sesak. sekali kita lengah,kita kalah. tapi jangan juga sombong, kalau kita sekarang ada diatas."

Hal itu jugalah yg saya pelajari hari ini. Saya blogwalking ke blognya beberapa senior di dunia blogging, yakni Bpk. Adhitya Mulya (& istri--keduanya novelis), juga Bpk. Enda Nasution, & saya menemukan link ke situs 43things.com. Di sana kita bisa memasukkan cita-cita kita & akan diingatkan setiap hari/bulan/tahun tentang impian kita itu, juga ada berapa orang yg memimpikannya. Ternyata, dari satu impian yg saya masukkan, ada sekitar 1500-an orang yg juga memimpikannya! Padahal gak semua orang di dunia ini punya account di 43things.com kan? Begitu juga tentang proses masuk SMA besok. Hari ini kita bisa ada di peringkat 10 besar, besok bisa-bisa terlempar ke 100-an. Karena kita bukan yg terbaik. Belum jadi yg terbaik. Karena di atas langit yg tinggi itu aja, masih ada tujuh langit lagi. Padahal langit yg pertama punya ionosfer, stratosfer, atmosfer, ozon, macem-macem. Orang paling tinggi di dunia masih kalah sama jerapah. IQ Einstein masih di bawah IQ anak autis. Banyak masalah di dunia ini yg belum terpecah. Rakyat Indonesia juga menghujat Bpk. Soeharto, padahal beliau sedang sakit. Coba pikir deh, mungkin ada sebagian kekurangan di diri beliau, tapi semua orang punya kan? Tanpa beliau, kita gak akan punya Dufan. Kita gak akan punya Indonesia yg seperti ini. Tanpa beliau, Laudya Chintya Bella gak bakal deh pacaran sama Panji Trihatmojo (lho, gak ada hubungannya yah?). Kakek-nenek kita sudah melakukannya waktu jaman Bpk. Alm. Soekarno. Masa kita mau mengulang kesalahan yg sama sih?

Minggu lalu juga saya ikut diskusi di Majalah GADIS tentang Kota Jakarta (btw, selamat ulang tahun ya, Jakarta!). Ada banyak anak dari berbagai sekolah. Dari SMA 6 sampai Labsraw (meskipun cuma saya & Lala--teman saya, yg SMP). Rata-rata gak tahu Jakarta ulang tahun ke berapa. Cuma satu orang yg tahu tarif naik Kopaja ke Manggarai. Semua setuju kalo Jakarta itu macet, bau, polusi, & masyarakatnya gak peduli satu sama lain. Tapi yg ada di sana juga setuju, kalo dengan tinggal di Jakarta, kita menerima yg namanya keanekaragaman etnis & SARA. Inti dari diskusi itu adalah, Jakarta masih kayak gini aja karena masyarakatnya sendiri yg gak mencintai. Kalo kita cinta Jakarta, mana mungkin kita buang sampah sembarangan? Saya katakan seperti itu, Mbak Riri pun bertanya, bagaimana cara saya melakukannya? Apa yg sudah saya lakukan? Saya bilang, saya tidak buang sampah sembarangan. Kalo gak ketemu tong sampah, saya simpan dulu di kantong & buang pas ketemu tong sampah. Mendengarnya, Mbak Riri danMbak Melissa (redaktur GADIS), pun menyimpan tisu yg tadi dibuang di meja ke dalam kantong masing-masing.

Untuk Inno, jika Anda sedang membaca ini, untuk post selanjutnya (entah kapan, tapi secepatnya), saya mau post pendapat saya tentang post Anda tentang "Fashion Victims Ruin The Indonesian Culture", karena beberapa bulan lalu saya juga sempat 'brainstorming' dengan Nn. Nina Moran--editor Gogirl!--tentang hal ini :)

1 komentar:

emo mengatakan...

mnmnmnm.,.,.,.